Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Cara Bercocok Tanam Cabe Rawit Menggunakan Pot

Cara Bercocok Tanam Cabe Rawit Menggnakan Pot
Bicara soal cabe rawit pastinya semua orang Indonesia tahu bahwa cabe rawit sangat nikmat bila di padukan dengan masakan atau makanan tertentu. Dengan adanya cabe rawit, cita rasa suatu makanan akan bertambah dan sensasi rasa pedas bisa di dapatkan. Selain di masak untuk di makan pernahkah kamu berpikir untuk mencoba menanam cabe rawit sendiri di rumah ?
Saya yakin banyak di antara kita yang mungkin berpikir untuk bercocok tanam cabe rawit di rumah tapi bingung bagaimana memulainya.  Untuk memulai menanam cabai rawit bukanlah hal sulit. Kamu bisa memulainya dengan mengikuti cara budi daya cabe rawit yang ada di bawah ini.

Cara Bercocok Tanam Cabe Rawit Menggunakan Pot
Cara Bercocok Tanam Cabe Rawit Menggunakan Pot



Cara Bercocok Tanam Cabe Rawit

Budi daya atau cocok tanam cabai rawit bisa di lakukan dengan menggunakan 3 media penanaman yang berbeda yakni menanam langsung di kebun, menggunakan pot dan menggunakan polybag. Namun pada kesempatan ini kita hanya akan membahas cara menanam cabe rawit pada pot.

Cara Bercocok Tanam Cabe Rawit Dengan Pot

Untuk memulai menanam cabe rawit pada pot kamu bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini : 

1. Persiapkan Pot Bunga Untuk Menanam Cabe Rawit
Sebelum memulai menanam bibit cabe rawit, persiapkan pot bunga yang berlubang kemudian isikan dengan media tanam. Pot bunga yang berlubang memiliki drainase yang bagus sehingga mampu mencegah pembusukan tanaman akibat air yang berlebih. Untuk media tanamnya sendiri, isi hingga kurang dari 6 sampai 9 cm dari permukaan pot bunga.
 
2. Tanam Bibit Cabe Rawit
Setelah menyiapkan media untuk menanam cabe rawit, tebarkan bibit cabe langsung ke dalam pot dengan jarak antar bibit atau benih cabai adalah 5-10 cm. Selesai menebar benih, tutup benih cabe dengan media tanam.
Kamu bisa membeli bibit cabe di toko pertanian terdekat atau membuat bibit cabe sendiri dari cabe yang ada di rumah. 
 
3. Siram Cabe Rawit
Rajin-rajinlah menyiram cabai rawit dengan menggunakan air bersih. Siram cabe di pagi hari dan sore hari supaya bibit cabe tetap lembab. Lakukan penyiraman 2 kali sehari secara rutin setiap harinya agar bibit cabe bisa tumbuh dengan baik.
 
4. Hindarkan Cabe Rawit Dari Cahaya Matahari Langsung
Tumbuhan memang sangat memerlukan cahaya matahari agar bisa berfotosintesis. Tapi pada awal masa perkembangan cabe, kebutuhan utama adalah kelembapan. Usahakan untuk meletakkan pot pada tempat yang tidak terpapar langsung cahaya matahari.

5. Pisahkan Cabe Rawit
Setelah beberapa hari telah berlalu, tunas cabe rawit akan tumbuh. Pilihlah satu cabe yang tunasnya tumbuh dengan baik dan sehat, sementara sisanya pindahkan ke pot lain. Bila ada beberapa bibit yang tak tumbuh tunasnya sama sekali maka sebaiknya buang saja.
Karena biasanya bibit ini walaupun di biarkan tumbuh, maka pertumbuhannya akan lambat, juga cenderung menghasilkan buah yang kurang baik.
Setelah cabai selesai di sortir maka selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah merawat cabe dengan melakukan penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama.

6. Pemupukan Cabai Rawit
Pemupukan cabe rawit bisa di kondisikan dengan lahan penanaman ataupun media yang kita gunakan untuk menanam cabe. Pupuk yang biasa di gunakan adalah pupuk kandang, pupuk urea 200-300, SP-36 dan KCI. Pemupukan bisa di lakukan sesaat setelah menanam bibit cabe. Lalu setelah cabai berumur 1 sampai 4 mingguan pemupukan kembali bisa di di berikan dengan mengencerkan pupuk dengan air.
Untuk penggunaan pupuk pada usia 1 hingga beberapa minggu biasanya menggunakan pupuk NPK yang di larutkan bersamaan dengan air. Pemberian pupuk harus di berikan setiap 1 minggu sejak cabe berumur 7 harian.
 
7. Pengendalian Hama Dan Penyakit 
Pengendalian hama serta penyakit pada tanaman cabe rawit bisa di lakukan secara konvensional seperti penyemprotan pestisida secara rutin, menjaga kebersihan kebun dan menyingkirkan sumber penyakit ataupun hama yang ada pada tanaman cabe rawit ( seperti hama siput, serangga, ulat ). Beberapa penyakit yang biasa menyerang tanaman cabai adalah sebagai berikut :

Layu bakteri (Ralstonia solanacearum)
Layu cendawan.
Busuk daun , hawar, lodoh yang disebabkan oleh Phytopthora capsici
Embun tepung / Powdery mildew
Bercak daun disebabkan oleh Cercospora capsici
Layu Fusarium
Bercak Alternaria
Bercak bakteri Xanthomonas campestris pv.vesicatoria

8. Pemanenan Cabe Rawit
Pemanenan cabet rawit merupakan hal yang kita tunggu setelah bersusah payah merawat cabe setiap harinya. Usaha seperti rajin menyiram tanaman, melakukan pembersihan kebun, menyingkirkan cabe dari hama seperti siput dan serangga secara manual dan penyemporotan rutin pestisida. Tidaklah menjadi sia-sia setelah melihat tanaman cabe kini siap di panen. 

Tanaman cabe rawit bisa di panen ketika berusia 2-3 bulan tergantung varietas benih cabe rawit yang di gunakan. Setelah cabe rawit bisa di panen untuk pertama kalinya maka panen selanjutnya bisa di lakukan setiap 1 minggu. Cabe rawit bisa di panen 12 sampai 20 kali hingga usianya mencapai 6 hingga 7 bulan. Bila cabe rawit di rawat dengan baik, cabe rawit akan produktif menghasilkan buah untuk di panen bahkan bila tanaman telah mencapai umur 1 tahunan.

Mudah bukan bercocok tanam cabe rawit di pot ? Bila kamu merasa artikel ini bermanfaat, kamu bisa membagikannya ke kerabat atau sosial media kamu.

Posting Komentar

© PAPANINFO.COM. All rights reserved. © 2021 nama blogger