Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Cara Budidaya Tanaman Jahe

Cara Budidaya Tanam Jahe
Jahe merupakan salah satu jenis rempah-rempahan yang sering di gunakan dalam memasak. Masakan berupa sayuran yang ada di indonesia umumnya menggunakan jahe sebagai tambahan rempah untuk membuat masakan semakin berasa nikmat.
Masakan tersebut seperti sup buntut, sayur tumis jahe, sup jamur jahe, capcay kuah jahe, Gurame Kangkung Tauco dan berbagai variasi makanan lainnya yang memakai rempah jahe.

Cara Budidaya Tanam Jahe
Cara Budidaya Tanam Jahe

Cara Budidaya Tanam Jahe

Sebelum memulai bercocok tanam jahe sebaiknya kita mengenal dahulu jenis jahe yang dapat budidayakan di Indonesia. Jenis jahe yang dapat di tanam di indonesia antara lain jahe emprit, jahe keratin, jahe merah dan jahe gajah.
Untuk menanam jahe sendiri bisa di tanam di kebun, di pot yang memiliki drainase yang baik, bisa juga di tanam di dalam polybag.

1. Pemilihan Bibit Jahe Yang Baik
Rimpang yang mesti di gunakan adalah yang memiliki usia minimal 9 bulan. Kamu bisa mengetahui apakah rimpang sudah tua dengan melihat dari kulitnya yang licin keras, tak gampang terkelupas, kulit mengkilat, kandungan serat tinggi serta kasar.
Rimpang yang baik untuk di jadikan bibit adalah rimpang yang punya sekitar 2 sampai 3 mata tunas dengan berat sekitar 25 gram sampai 55 gram bagi jenis jahe gajah. Sementara jenis emprit maupun jahe merah membutuhkan berat tunas sekitar 20 gram sampai 40 gram agar bisa di jadikan bibit yang baik.
Bagian tunas yang bagus di jadikan bibit biasanya yang memiliki 2 ataupun ke 3 mata tunas baru pada rimpang. Untuk membudidayakan tanaman jahe, bibit jahe perlu di semai terlebih dahulu dengan cara menebarkan rimpang di atas alang ataupun jerami tipis.1
 
2. Pengolahan Lahan  Untuk Menanam Jahe
Sebelum menanam bibit jahe, persiapan laham harus di lakukan. Tujuannya agar jahe bisa tumbuh dengan baik. Kamu bisa melakukan pengolahan lahan dengan alat dasar pertanian seperti cangkul. Bersihkan lahan dari rumput liar lalu cangkul tanah dengan kedalaman 30 cm.
Selanjutnya adalah menggemburkan tanah dan meratakannya. Lalu buatlah bedengan lebar 1,2 cm dan tinggi 30 cm. Untuk panjang bedengan kamu bisa sesuaikan sesuai luas lahan ataupun kondisi lahan milikmu. Sedangkan untuk jarak bedengan bisa di buat sekitar 30-50 cm.
Untuk jarak lubang tanam sendiri bisa sejauh 25 cm sampai 30 cm antar satu lubang tanam dengan lubang tanam lainnya. Dan jarak antara baris lubang tanam yang satu dengan yang lainnya adalah 40 cm hingga 60 cm. Untuk lubang tanamnya sendiri adalah sekitar 5 cm.
 
Masa Tanam Jahe
Penanaman bibit jahe di sarankan di lakukan pada saat musim penghujan. Tanam jahe dengan tunas menghadap ke atas kemudian timbun dengan tanah. Jangan timbun keseluruhan jahe, sebisa mungkin keluarkan sedikit tunas dari tanah atau tunas muncul sedikit ke permukaan.

3. Pemupukan Tanaman Jahe
Pemupukan yang pertama bisa di lakukan di saat selesai membuat bedengan beri pupuk sebanyak 2 kilogram setiap 1 meter persegi. Sebar pupuk di sekitar lubang-lubang tanaman. Pemupukan selanjutnya di lakukan ketika jahe berusia 1 bulanan dan satu setengah bulanan saat rumpun pada tanaman jahe sudah mulai. Pemupukan terakhir saat jahe berusia 4 bulanan. Untuk takaran pupuk kamu bisa menggunakan takaran di bawah :

Pupuk Urea sekitar 1,9 gram tiap meter Persegi
Pupuk TSP sekitar 3 gram tiap meter Persegi 
Pupuk KCI sekitar 4 gram tiap meter Persegi 

4. Penyiangan Serta Penggemburan Kebun Jahe
Bersihkan kebun jahe dari tanaman liar yang berpotensi mengganggu tumbuh kembang jahe dengan melakukan penyiangan. Saat melakukan penyiangan lakukan juga penggemburan pada tanah yang di rasa padat. Gunakan skop untuk melakukan penggemburan.
Rutinlah untuk melakukan penyiangan dan penggemburan tanah kebun, agar hasil tanaman jahe meningkat serta jahe bisa tumbuh dengan baik dan sehat.
 
5. Penyiraman Tanaman Jahe
Siram tanaman jahe setiap harinya. Penyiraman tanaman jahe sangat penting di lakukan terutama di kala sedang musim kemarau. 

6. Pengendalian Hama Dan Penyakit
Penyakit yang umum menyerang jahe adalah :
Buncak Akar
Bercak Daun
Kutu Perisai 
Layu Bakteri 
Luka Akar
 
Untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman jahe bisa di lakukan dengan cara mengganti bibit yang rusak, memberi minyak cengkeh, penyemprotan fungisida, antiboitoik dan fumigasi benih. 
 
7. Pemanenan Dan Pasca Panen Jahe
Jahe bisa di panen setelah jahe berusia 9 atau 10 bulanan. Ciri-ciri jahe yang bisa di panen adalah jahe yang batang dan daunnya mengering. Jahe dapat di panen secara bersamaan dengan menggunakan skop atau cangkul. Selanjutnya jahe di bersihkan dengan air yang mengalir dan di pisahkan dari batangnya kemudian di jemur dan di keringkan di bawah panas sinar matahari.
Pengeringan jahe biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 sampai 8 hari. Selanjutnya jahe yang kering bisa di simpan di dalam tempat yang kering. Jahe yang sudah kering kini siap di kemas ke dalam karung untuk di jual ke pasaran.

Itulah cara bercocok tanam atau budidaya tanaman jahe. Semoga artikel ini membantu kamu yang ingin memulai menanam jahe. Jika kamu merasa artikel ini bermanfaat kamu bisa membagikannya ke akun sosial media kamu.

Posting Komentar

© PAPANINFO.COM. All rights reserved. © 2021 nama blogger