Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Cara Budidaya Tanaman Pare yang Benar Agar Menguntungkan

Cara Budidaya Tanaman Pare yang Benar

Pare merupakan sayuran yang cukup memiliki banyak penggemar di Indonesia. Tanaman yang bernama latin Momordica charantia L ini adalah jenis sayuran tahunan. Selain nikmat, pare juga mengandung berbagai nutrisi yang baik bagi tubuh. Mulai dari vitamin A, Vitamin C, Fosfor serta besi.

Ujung pare juga mengandung Vit A yang penting bagi kesehatan mata, Protein yang baik bagi regenerasi dan perkembangan tubuh serta vitamin C untuk daya tahan tubuh. Dalam bercocoktanam pare banyak hal yang mesti di siapkan supaya budi daya pare tak gagal panen.

 

Cara Budidaya Tanaman Pare yang Benar
Cara Budidaya Tanaman Pare yang Benar

Cara Bercocok Tanam Pare

Dalam bercocok tanam pare harus memperhatikan banyak hal dan harus dikerjakan dengan teliti agar tak mengalami kegagalan panen. Agar kamu mampu bercocok tanam pare tanpa kendala, kamu bisa mengikuti cara menanam tanaman pare di bawah ini :


1. Mempersiapkan Lahan

Persiapkan lahan untuk menanam pare di daerah yang memiliki ketinggian 1 – 1000 m dpl dengan basa tanah ( PH ) yang mendukung yakni sekitar 5-6. Tanah lempung berpasir bisa juga di jadikan sebagai lahan penanaman dengan syarat harus kaya zat organik dan memiliki drainase yang baik. Untuk suhu terbaik bagi pertumbuhan pare sekitar 24°C – 27°C.

 

2. Mempersiap Benih

Kita membutuhkan 5 sampai 7 kilogram bibit pare agar bisa menghasilkan 13 ribu sampai 17 ribuan dalam lahan seluas 1 hektar.

 

3. Membuat Bedengan 

Buatlah bedengan untuk menanam pare dengan ukuran 1.5 m – 2.5 m dan panjangnya bisa di sesuaikan dengan ukuran lahan milik kita. Ukuran ketinggian bedengan sekitar 30 cm saat musim penghujan dan 20 cm saat kemarau.

Untuk jarak tanaman pare dalam satu barisan kamu bisa memilih ukuran tertentu sesuai lahan. Umumnya petani menggunakan ukuran jarak 45 cm - 60 cm, 75 cm - 75 cm, 100 cm - 100 cm. Sementara untuk jarak antar barisan, bisa menggunakan jarak antara 120 cm - 150 cm.

Pada satu bedengan buatlah dua baris lubang tanaman untuk tempat menanam pare. Biarkan jarak antara barisan kosong. Sebab jarak yang di kosongkan di gunakan sebagai tempat rambatan pare. Berikan juga pupuk ke lubang-lubang tanaman dalam bedengan. Untuk 1 hektar lahan biasanya membutuhkan 10 hingga 16 ton pupuk per 1 hektar tanah. 

 

4. Menanam Bibit

Dalam bercocok tanam pare, ada 2 cara dalam menanam bibit pare. Cara pertama dengan menanam langsung bibit pare sedangkan cara kedua yakni dengan menyemai terlebih dahulu bibitnya. Cara yang pertama lebih sering di gunakan petani pare di indonesia terutama di kala musim hujan.

Tanamkan 2 sampai 3 bibit pare ke dalam tiap-tiap lubang. Tanamkan sedalam 3 cm. Setelah 1 minggu kecambah pare akan muncul. Lalu ketika pare sudah memiliki 4 buah daun, pilih pare yang sehat dan dalam kondisi terbaik sementara yang lainnya cabut dari lubang.

Penanaman dengan cara di semai umumnya di lakukan di saat sedang musim kemarau dan jumlah bibit terbatas. Ini bertujuan mengurangi matinya bibit ketika langsung di tanam di lahan. Dalam menyemai bibit mesti menggunakan tanah yang tercampur bubuk dengan perbandingan 1:1 dan jarak penanaman 2 cm x 2cm. 

Pindahkan bibit ke pot pisang saat bibit berumur 10 hari. Dan di saat bibit telah berumur 3 mingguan serta memiliki 3 helai daun, kini bibit siap di tanam di lahan utama.


5. Perawatan

Saat musim kemarau pastikan untuk menyiram pare setiap hari agar pare tak kekeringan sebab tanaman pare tak mampu bertahan dalam kekeringan. Lakukan juga pembersihan tanaman liar atau rumput liar sekaligus melakukan pembumbunan.

Di sekitar guludan buat juga parit untuk menekan genangan air, terutama di saat musing penghujan. Kemudian saat pare telah tumbuh besar buatlah penopang agar pare mampu lebih banyak memproduksi buah, mengurangi busuk dan memudahkan pembasmian hama penyakit dan proses memanen.

Penopang dapat di berikan ketika tanaman pare telah berusia 3 minggu. Untuk tinggi penopang/rambatan sekitar 1,5 m - 2 m. Jangan lupa untuk memangkas cabang bagian samping yang tidak menghasilkan buah. Pemangkasan cabang bisa di lakukan ketika pare menginjak usia 3-6 minggguan.

 

6. Mengendalikan Hama 

Bila pare di rawat dengan baik sangat jarang di temukan adanya hama dan penyakit. Hama utama yang sering menyerang pare adalah kutu daun, siput, tungau, thrips, epilachna sp. Untuk mengendalikan hama lalat buah, umumnya dengan cara melapisi buah dengan pembungkus kertas saat buah berukuran 2 c,m sampai 3 cm atau bisa juga menggunakan perangkap lalat.

Sementara untuk jenis penyakit yang biasanya menjangkiti tanaman pare adalah virus cmv, serkosvora, layu fusarium, layu bakteri. Untuk mengendalikan jenis penyakit di atas dapat mencabut tanaman tanaman yang terjangkit ataupun layu. Atau bisa juga dengan menggunakan fungisida dengan selektif.



7. Panen dan Pascapanen

Memanen buah di lakukan di saat buah belum agak tua serta bintil keriputnya dalam keadaan rapat. Gunakan pisau tajam untuk memudahkan pemanenan. Panen buah yang sudah matang, buah matang di tandai dengan pembungkus biji berwarna kemerahan dan buah kekuningan. 

Pemanenan dapat di lakukan ketika pare berumur 55 hari serta pemanenan bisa di lakukan berulang kali agar merangsang pembuahan buah baru. Tiap satu tanaman pare akan menghasilkan 11 hingga 20 buah atau 10 ton sampai 15 ton tiap luas satu hektar ton. Sortir buah yang telah di panen untuk menjaga kualitas buah serta meningkatkan nama baik kita.


Itu dia cara bercocok tanam pare dengan mudah. Semoga artikel ini membantu kamu dalam mengembangkan budi daya pare milikmu. Jika artikel ini bermanfaat kamu bisa share ke kerabat atau ke sosmed milik kamu.


Posting Komentar

© PAPANINFO.COM. All rights reserved. © 2021 nama blogger